Promosi yang masif dengan kalimat-kalimat yang bombastis seperti "bikin pintar", "cepat membuat kenyang", atau "kaya nutrisi" terkadang menyesatkan.
Dengan visual yang atraktif dan selebritas sebagai bintang iklan, pesan-pesan semacam ini begitu cepat merasuk ke benak masyarakat, terutama anak-anak dan remaja.
Masalah muncul ketika klaim tersebut tidak didukung oleh fakta atau hanya sebagian kecil dari realita. Produk tinggi gula dan garam sering kali dipasarkan seolah-olah aman dikonsumsi setiap hari.
Padahal, konsumsi berlebihan terhadap produk seperti ini berisiko menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes.
Konsumen Rentan
Segmen konsumen yang paling rentan terhadap dampak iklan berlebihan adalah anak-anak dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Anak-anak, karena belum memiliki kemampuan menyaring informasi, seringkali menjadikan iklan sebagai referensi utama.
Sementara itu, masyarakat berpenghasilan rendah cenderung memilih produk yang terlihat “menguntungkan” dari segi harga dan isi, tanpa mempertimbangkan aspek gizi atau keamanan jangka panjang.
Dalam banyak kasus, produk yang dijual dengan embel-embel hemat atau ekonomis justru memiliki komposisi yang jauh dari sehat.
Ketika dikonsumsi rutin, dampaknya justru menambah beban biaya kesehatan keluarga.
Perlu Regulasi Iklan yang Lebih Ketat
Untuk melindungi konsumen dari iklan yang menyesatkan, perlu ada regulasi yang lebih ketat dari lembaga terkait.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harus lebih proaktif menindak promosi yang berlebihan atau manipulatif.
Selain itu, Undang-Undang Perlindungan Konsumen perlu terus diperkuat penerapannya agar produsen lebih bertanggung jawab atas klaim yang mereka keluarkan.
Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat harus digencarkan agar tidak mudah percaya dengan iklan.
Konsumen yang cerdas akan menilai produk bukan dari seberapa menarik promosinya, tetapi dari kualitas dan keamanannya untuk dikonsumsi secara rutin. (*)
Transparansi Informasi Polis Asuransi, Antara Hak Konsumen dan Tanggung Jawab Perusahaan
26 Jul 2025, 10:27 WIB
Tanggung Jawab Platform dan Perlindungan Konsumen dalam Perdagangan Aset Kripto
25 Jul 2025, 14:06 WIB
Crypto
25 Jul 2025, 13:53 WIB
FMCG
24 Jul 2025, 23:09 WIB
FMCG
24 Jul 2025, 23:07 WIB
FMCG
24 Jul 2025, 23:04 WIB
FMCG
24 Jul 2025, 23:00 WIB
Energi
24 Jul 2025, 22:32 WIB
Energi
24 Jul 2025, 22:31 WIB
Properti
24 Jul 2025, 21:52 WIB
Properti
24 Jul 2025, 21:39 WIB
Leasing
23 Jul 2025, 12:28 WIB
Leasing
23 Jul 2025, 12:26 WIB
Leasing
23 Jul 2025, 10:26 WIB
Leasing
21 Jul 2025, 20:03 WIB
Kesehatan
21 Jul 2025, 16:47 WIB
Kesehatan
21 Jul 2025, 12:28 WIB
Kesehatan
21 Jul 2025, 11:43 WIB
Kesehatan
21 Jul 2025, 10:48 WIB
Telekomunikasi
15 Jul 2025, 16:27 WIB
Liputan
20 Feb 2025, 16:59 WIB
Liputan
20 Feb 2025, 16:11 WIB
Konsistensi Label Produk Jepang Menunjukkan Tingginya Penghormatan kepada Konsumen
Dibaca 15.693 kali