Secara khusus, sektor penerbangan juga diatur melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.
Regulasi ini secara eksplisit mewajibkan maskapai memberikan kompensasi kepada penumpang dalam kondisi tertentu, seperti keterlambatan (delay), pembatalan penerbangan, hingga kehilangan bagasi.
Keterlambatan selama 30 menit hingga 1 jam, misalnya, harus disertai pemberian minuman ringan. Bila keterlambatan mencapai 3 jam atau lebih, maskapai wajib memberikan makanan berat atau bahkan mengganti ongkos tiket jika penumpang membatalkan perjalanan.
Sayangnya, masih banyak maskapai yang abai atau bahkan menghindar dari tanggung jawab ini.
Kompensasi yang Sulit Diakses
Permasalahan lain yang kerap dikeluhkan konsumen adalah proses pengajuan kompensasi yang rumit. Alih-alih mendapat ganti rugi secara otomatis, penumpang sering kali dipaksa mengisi formulir panjang, menunggu klarifikasi yang lama, bahkan harus bolak-balik ke bandara atau menghubungi call center yang tidak responsif.
Transparansi Informasi Polis Asuransi, Antara Hak Konsumen dan Tanggung Jawab Perusahaan
26 Jul 2025, 10:27 WIB
Tanggung Jawab Platform dan Perlindungan Konsumen dalam Perdagangan Aset Kripto
25 Jul 2025, 14:06 WIB
Crypto
25 Jul 2025, 13:53 WIB
FMCG
24 Jul 2025, 23:09 WIB
FMCG
24 Jul 2025, 23:07 WIB
FMCG
24 Jul 2025, 23:04 WIB
FMCG
24 Jul 2025, 23:00 WIB
Energi
24 Jul 2025, 22:32 WIB
Energi
24 Jul 2025, 22:31 WIB
Properti
24 Jul 2025, 21:52 WIB
Properti
24 Jul 2025, 21:39 WIB
Leasing
23 Jul 2025, 12:28 WIB
Leasing
23 Jul 2025, 12:26 WIB
Leasing
23 Jul 2025, 10:26 WIB
Leasing
21 Jul 2025, 20:03 WIB
Kesehatan
21 Jul 2025, 16:47 WIB
Kesehatan
21 Jul 2025, 12:28 WIB
Kesehatan
21 Jul 2025, 11:43 WIB
Kesehatan
21 Jul 2025, 10:48 WIB
Telekomunikasi
15 Jul 2025, 16:27 WIB
Liputan
20 Feb 2025, 16:59 WIB
Liputan
20 Feb 2025, 16:11 WIB
Konsistensi Label Produk Jepang Menunjukkan Tingginya Penghormatan kepada Konsumen
Dibaca 15.693 kali