Tantangan dan Kebutuhan Kepastian
Bagi kreditur, keputusan MK memang membawa konsekuensi besar. Sistem fidusia selama ini dianggap efisien karena memungkinkan eksekusi tanpa harus melalui proses peradilan yang panjang. Namun dengan adanya putusan MK, kreditur harus lebih berhati-hati dan tidak bisa lagi serta-merta menarik kendaraan hanya berdasarkan surat fidusia.
Kepastian hukum menjadi kebutuhan dasar dalam dunia usaha. Tanpa kepastian, risiko gagal bayar meningkat dan berdampak pada stabilitas industri pembiayaan.
Oleh sebab itu, muncul desakan agar pemerintah atau Mahkamah Agung memberikan pedoman teknis pelaksanaan putusan MK tersebut, agar tidak menimbulkan multitafsir di lapangan dan tidak menjadikan kreditur seolah-olah kehilangan hak untuk mengeksekusi.
Mendorong Dialog dan Regulasi Turunan
Penting bagi semua pihak untuk tidak melihat persoalan ini secara hitam-putih. Perlindungan konsumen tidak boleh mengorbankan kepastian hukum bagi pelaku usaha, begitu pula sebaliknya.
Transparansi Informasi Polis Asuransi, Antara Hak Konsumen dan Tanggung Jawab Perusahaan
26 Jul 2025, 10:27 WIB
Tanggung Jawab Platform dan Perlindungan Konsumen dalam Perdagangan Aset Kripto
25 Jul 2025, 14:06 WIB
Crypto
25 Jul 2025, 13:53 WIB
FMCG
24 Jul 2025, 23:09 WIB
FMCG
24 Jul 2025, 23:07 WIB
FMCG
24 Jul 2025, 23:04 WIB
FMCG
24 Jul 2025, 23:00 WIB
Energi
24 Jul 2025, 22:32 WIB
Energi
24 Jul 2025, 22:31 WIB
Properti
24 Jul 2025, 21:52 WIB
Properti
24 Jul 2025, 21:39 WIB
Leasing
23 Jul 2025, 12:28 WIB
Leasing
23 Jul 2025, 12:26 WIB
Leasing
23 Jul 2025, 10:26 WIB
Leasing
21 Jul 2025, 20:03 WIB
Kesehatan
21 Jul 2025, 16:47 WIB
Kesehatan
21 Jul 2025, 12:28 WIB
Kesehatan
21 Jul 2025, 11:43 WIB
Kesehatan
21 Jul 2025, 10:48 WIB
Telekomunikasi
15 Jul 2025, 16:27 WIB
Liputan
20 Feb 2025, 16:59 WIB
Liputan
20 Feb 2025, 16:11 WIB
Konsistensi Label Produk Jepang Menunjukkan Tingginya Penghormatan kepada Konsumen
Dibaca 15.655 kali